Cara memilih Saham Murah

Jika anda ingin meningkatkan kekayaan, berinvestasi merupakan salah satu cara yang bisa anda masukan dalam to do list anda. Investasi adalah bisnis yang cukup menjanjikan keuntungan yang besar jika kita mampu mengelolanya. Di Indonesia jenis investasi banyak sekali. Mulai dari saham, properti, deposito emas, obligasi, reksa dana dan lain-lain. Setiap investasi memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Diantara beberapa jenis investasi yang disebutkan diatas, invetasi saham merupakan salah satu yang memberikan keuntungan besar dalam jangka waktu yang relatif singkat.

Cara memilih Saham Murah

Sumber:http://assets.kompas.com

Sayangnya di Indonesia, walaupun sudah banyak jenis investasi, keinginan dari pelaku bisnis ini masih sangat sedikit yaitu kisaran 1%. Padahal di negara tetangga ada yang pelaku bisnis investasinya mencapai 5%.

Banyak hal yang mendasari fakta diatas. Beberapa alasan diantaranya adalah adanya beberapa kalangan yang memiliki pemikiriran jika investasi saham hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang profesional saja. Alasan tersebut tidak sepenuhnya benar. Buktinya, ada beberapa pebisnis investasi yang dulunya juga mulai dari nol. Kemudian dengan kerja keras dan kemauannya untuk belajar maka dapat memperoleh keberhasilan sampai saat ini.

Bagi anda yang awam masuk dalam dunia bisnis saham ini, mungkin anda diliputi tanda tanya, manakah saham terbaik yang dapat meningkatkan keuntungan? Ya, walaupun saham digadang memiliki high return yang cukup tinggi, namun investasi saham juga memiliki resiko tinggi terjadinya capital loss. Oleh karenannya kita harus melakukan analisi terlebih dahulu sebelum membeli saham.

Cara Memilih Saham Terbaik Dengan Analisis Fundamental Dan Teknikal

Dalam investasi saham terdapat dua analisis yang perlu dilakukan yaitu analisis Fundamental dan Teknikal yang memiliki kekutan masing-masing.

1. Analisis Fundamental

Analisis Fundamental adalah analisis yang mendasar untuk menggali informasi seputar kondisi ekonomi, industri secara keseluruhan dan kondisi perusahaan. Teknik analisis ini lebih cenderung pada pertimbangan kinerja dan proyeksi perusahaan untuk memperkirakan harga saham.

Metode awalnya ialah terlebih dahulu menjaring saham-saham yang diperkirakan memiliki kelayakan. Dapat menggunakan langkah top-down yaitu pengamatan yang dimulai dari kondisi ekonomi makro, sektor industri sampai dengan perusahaan. Langkah lainnya yang juga bisa digunakan yaitu buttom-up yaitu pengamatan yang dimulai dari perusahaan, sektor industri sampai dengan ekonomi makro.

Dari analisis fundamental yang dilakukan menghasilkan prediksi baik atau buruknya saham. Berikut adalah kriteria yang bisa digunakan sebagai acuan :

  • Memiliki kapitalisasi pasar lebih dari 500 miliar
  • Emiten yang memiliki model bisnis yang baik dan jelas
  • Perusahaan tidak memiliki hutang lebih besar dari Debt Equity Ratio (DER)
  • Perusaahaan konsisiten menaikan laba dari tiap kuartal
  • Saham menjadi market leader
  • Price Earning Ratio rata-rata tidak jauh berbeda

2. Analisis Teknikal

Analisis teknikal menekankan pada penggunaan data historis mengenai perubahan harga saham, volume perdagangan serta indikator pasar lainnya. Analisis ini lebih umum digunakan pada bursa saham, bursa komoditas dan pasar-pasar yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran.

Dengan menggunakan analisis ini, investor akan lebih memanfaatkan data-data pasar yang meliputi harga saham, pasokan dan permintaan pada masa lalu dan volume perdagangan. Khusus untuk volume perdagangan ini sering menjadi pertimbangan khusus untuk mencari gambaran untuk memprediksi tren harga selanjutnya.

Analisis teknikal juga memiliki kriteria acuan untuk menentukan saham-saham terbaik untuk investasi antara lain :

  • Memilih saham dengan arah chart dominan lebih dari 45o.
  • Hanya memilih saham yang volatilitas tinggi dan secara liquid.
  • Tidak membeli saham yang 80% sideway.
  • Memiliki jumlah lot yang cukup banyak sehingga harga saham tidak mudah dipermainkan.
  • Pilih perusahaan yang memiliki saham banyak beredar di pasaran yang berarti memiliki indikasi bahwa floating share kepemilikan emiten tidak lebih dari 40%.

Jika diperhatikan analisis teknikal lebih beresiko karena memeiliki kemungkinan kekeliruan pembacaan peluang. Namun jika jika gabungan dua analisis tersebut bisa dipahami dan dilakukan dengan benar maka akan menghasilkan invetasi yang maksimal.

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.