Cara Menghitung Beta Saham

Sudahkah anda paham dengan beta saham? Bagi yang belum pernah mengikuti atau paham mengenai sistem saham, tentu beta saham menjadi suatu yang asing. Sebaliknya, mereka yang sudah sering terjun dalam bisnis jual beli saham tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Beta saham merupakan suatu pengukuran secara sistematis dari portofolio relative terhadap risiko pasar. Selain itu beta juga berfungsi untuk mengukur volatilitas return saham. Volatilitas merupakan fluktuasi return suatu saham atau portofolio pada periode tertentu. Fluktuasi disini akan menunjukkan risiko secara sistematis. Artinya semakin besar return suatu saham ketika terjadi fluktuasi terhadap return pasar, menyebabkan semakin besar risiko beta saham, begitu sebaliknya. Secara umum beta saham merupakan salah satu komponen penting dalam melakukan perhitungan valuasi harga saham. Selain itu beta saham juga dapat dimanfaatkan sebagai tambahan informasi bagi pemberi modal untuk mengetahui pola historis risiko sistematik saham tertentu. Arti Angka Beta Berdasarkan Angka Beta Saham :

Beta Saham

1. Beta < 1

Volatilitas return saham akan searah dengan indeks pasar, namun dengan volatilitas yang lebih kecil.

2. Beta = 1

Volatilitas return saham akan searah dengan indeks pasar, begitupula dengan volatilitas yang yang sama dengan volatilitas pasar.

3. Beta > 1

Volatilitas return saham akan searah dengan indeks pasar, namun indeks pasar dengan volatilitas yang lebih besar.

Sumber: https://img.okezone.com

Selain mengetahui arti dari beta, tidak ada salahnya pula mengetahui cara menghitung beta saham. Mengetahui beta saham merupakan hal yang penting untuk menganalisa sekuritas, serta risiko sistematis yang tidak dapat dihi;angkan dengan diversifikasi. Salah satu cara pengukuran beta saham adalah menggunakan model Single Index. Single Index beranggapan jika return saham berkorelasi dengan perubahan return pasar , serta untuk mengukur korelasi tersebut diperlukan adanya hubungan antara return saham individual (Rit) dengan return indeks pasar (Rmt). Tingkat return saham dapat dihitung menggunakan rumus :

Rit = (Pt – Pti – 1) / Pt – 1

Dimana : Rit = return saham pada akhir bulan ke t

Pt = Clossing price pada akhir bulan ke t

Pt-1 = Clossing price pada akhir bulan sebelumnya.

Menghitung beta saham, pastinya anda juga harus mempertimbangkan resiko sistematis pasar. Sayangnya, risiko ini nantinya akan tergantung pada investor dalam mendefinisikan kondisi pasar, sehingga berpengaruh pula terhadap perubahan harga saham. Hal inilah yang mengharuskan anda jeli mengetahui kondisi pasar, yakni dengan menggunakan indeks pasar sebagai indicator keadaaan pasar modal di indonesia. Selain itu, perhatikan pula beberapa factor yang mempengaruhi keakuratan beta, diantaranya :

1. Estimasi beta menggunakan historis. Hal ini dilakukan untuk menganggap apa yang terjadi pada beta masa lalu akan sama pada beta di masa depan.

2. Garis karakteristik dapat dibentuk oleh berbagai observasi pada periode waktu yang berbeda, serta tiada satupun periode yang waktunya tepat.

3. Estimasi α dan β yang diperoleh dari regresi tidak terlepas dari adanya error, sehingga bisa jadi estimasi beta tidak akurat karena α dan β tidak menunjukkan hasil yang sebenarnya.

Nah, bagaimana sudah jelaskah mengenai perhitungan beta saham. Jika diterapkan secara rutin sebenarnya beta saham merupakan hal yang mudah. Sayangnya, hingga kini di Indonesia belum ada perusahaan yang secara rutin dan kontinue melakukan perhitungan dan publikasi beta saham individual secara gratis. Biarpun begitu anda bisa mempelajarinya sendiri dan menerapkan untuk investasi saham anda atau sebagai salah satu rujukkan penelitian yang sedang dilakukan yang mana terkait beta saham.

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.