Manajemen Risiko Di Bank

Bank merupakan lembaga keuangan yang memiliki peranan penting dalam memajukan perekonomian suatu negara, termasuk juga di Indonesia. Hal ini terjadi karena bank memiliki fungsi utama, yakni menghimpun dana dari masyarakat, kemudian menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Pentingnya peranan bank ini, tentunya membuat siapa saja yang melakukan kerjasama apapun kepada bank mengetahui bagaimana sistem manajemen risiko bank. Bank yang baik akan menjalankan berbagai fungsinya secara baik, dan dapat memelihara kepercayaan masyarakat secara baik.

Manajemen Risiko

Manajemen risiko adalah suatu pendekatan secara terstruktur dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman, suatu rangkaian aktifitas manusia, termasuk juga penilaian resiko, pengembangan strategi untuk pengelolaannya, serta mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan atau pengelolaan sumberdaya. Manajemen risiko dalam kegiatan operasional bank meliputi identifikasi risiko, pengukuran dan penilaian, beserta bagaimana cara meminimalkan efek negative atau risiko yang didapat dari hasil keuangan dan modal bank.

Daftar gratis di Olymp Trade:

Sumber: http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/

Untuk melakukan manajemen risiko, suatu bank wajib memiliki suatu unit organisasi khusus. Hal ini dilakukan untuk menekan kemungkinan terjadinya resiko pasar meliputi resiko suku bunga, resiko valuta asing, resiko perubahan harga pasar sekuritas, derivative keuangan dan komoditas. Selain itu, unit organisasi dibentuk juga untuk menekan kemungkinan terjadinya resiko kredit, resiko likuiditas, resiko eksposur, resiko investasi, dan masih banyak lainnya. Berbagai resiko tersebut, terjadi karena banyak factor. Oleh sebab itu cara penanganannya pun disesuaikan dengan masing-masing jenis resiko yang dialami.

Untuk meminimalisir resiko-resiko tersebut terjadi, maka suatu bank harus memiliki keahlian dan kompetensi yang memadai, sehingga segala bentuk permasalahan yang muncul dapat diatasi dengan mudah. Pedoman Standart Penerapan Manajemen Risiko Bank Umum :

1. Penerapan Manajemen Risiko Secara Umum

Penerapan manajemen risiko secara umum mencakup beberapa pengawasan aktif meliputi dewan komisaris dan direksi, kecukupan kebijakan, prosedur dan penetapan limit, kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, serta pengendalian resiko.

2. Penerapan Manajemen Risiko Untuk Masing-Masing Risiko

Penerapan manajemen risiko untuk masing-masing risiko mencakup bagaimana penerapan manajemen dilakukan pada masing-masing risiko, yakni meliputi risiko kredit, risiko pasar, risiko lukuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko strategi, risiko kepatuhan, dan risiko reputasi. Kedelapan risiko ini harus benar-benar memiliki manajemen yang baik sehingga mengurangi kemungkinan adanya hal-hal yang bisa merugikan bank.

3. Penilaian Profil Resiko

Penilaian profil resiko mencakup penilaian terhadap risiko inheren dan penilaian terhadap kualitas penerapan manajemen risiko yang mencerminkan pengendalian risiko, baik digunakan oleh bank secara individual maupun bank secara konsolidasi. Penilaian tersebut juga dilakukan terhadap 8 resiko, yakni risiko kredit, risiko pasar, risiko lukuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko strategi, risiko kepatuhan, dan risiko reputasi. Untuk menerapkan penilaian profil resiko, bank harus mengacu pada ketetapan yang telah dibuat oleh Bank Indonesia, yakni mengenai penilaian tingkan kesehatan bank umum.

Setiap nasabah pasti menginginkan untuk bisa bekerja sama dengan baik terhadap bank. Oleh sebab itu, bank pun harus pula memberikan pelayanan yang baik kepada nasabah. Tentunya dengan adanya manajemen resiko ini diharapkan segala permasalahan terhadap bank dapat diselesaikan dengan baik, sehingga tidak merugikan nasabah. Hal inilah mengapa manajemen risiko bank sangat perlu diterapkan. Jika manajemen sudah berjalan dengan baik, kepercayaan nasabah pun pasti juga akan meningkat. Jika sudah begini, operasional bank dalam melayani masyarakan kan berjalan dengan lancar. Demikian tadi, sedikit informasi menganai manajemen risiko bank. Semoga informasi ini dapat memberikan pembelajaran baru, terutama bagi anda yang belum mengetahui apa itu manajemen risiko bank.

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.