Mengapa Angkutan Online Gojek, Grab, Uber Lebih Murah Dari Angkutan Tradisional?

Tidak hanya di Indonesia, faktanya angkutan online seperti Go-jek, Grab,dan Uber juga eksis di seluruh dunia. Kemunculan transportasi berbasis online ini memang sangat membantu bagi pihak konsumen. Bayangkan saja, kini dengan transportasiĀ online Anda tidak perlu lelah menunggu di halte atau harus antri agar angkutan penuh. Lebih dari itu, tarif yang digunakan oleh deretan transportasiĀ online ini sangat murah jika dibandingkan dengan angkutan tradisional seperti ojek, angkutan dalam kota, bis kota dan taksi resmi misalnya.

Mengapa Angkutan Online Lebih Murah Dari Angkutan Tradisional?

Sama halnya dengan industri lain, jika sesuatu muncul dengan harga yang lebih murah maka di sisi lain akan ada yang merasa dirugikan. Dalam hal ini, yang merasa keberatan karena adanya angkutan online adalah para pemilik angkutan tradisional. Karena angkutan online bisa dibilang bahwa penghasilan mereka turun drastis dan munculnya persaingan yang tidak sehat karena perang tarif murah yang diberlakukan oleh sesama penyedia angkutan online.

Daftar gratis di Olymp Trade:

https://www.cnnindonesia.com/

Nah bagaimana menurut Anda? Apa sih sebenarnya yang membuat tarif angkutan online ini lebih murah jika dibandingkan dengan angkutan tradisional? Simak ulasannya berikut ini ya..

  1. Subsidi Silang

Sudah menjadi rahasia umum bahwa dalam penetapan tarif, angkutan online menerapkan subsidi silang sehingga bisa menghasilkan tarif yang begitu murah. Jadi saat kondisi ramai, tarif angkutan akan naik dan saat kondisi pasar sepi maka tarif akan turun drastis. Hal ini tentu sama sekali tidak memberatkan konsumen yang notabene merasa tetap membayar tarif yang lebih murah dibandingkan dengan angkutan tradisional.

Jadi contohnya untuk angkutan Grab Bike, ada yang menjadi dasar tarif yaitu jarak dan tarif minimum (Rp. 10.000). Di mana tarif minimum ini berlaku jika konsumen harus membayar kurang dari tarif minimum. Selain itu khusus untuk jam sibuk, ada juga tambahan biaya sebesar Rp. 5.000.

Selain faktor murah, pelayanan dari driver angkutan online seringkali menjadi poin tambahan kenapa angkutan ini menjadi favorit masyarakat.

  1. Maintenance Kendaraan Pribadi

Anda tentu tahu dengan pasti bahwa pengemudi ojek online, taksi online dari Grab, Uber ataupun Gojek selalu menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini tentu membebaskan penyedia layanan dari biaya maintenance kendaraan. Poin ini juga sangat membantu mengakomodir tarif murah yang dimiliki oleh transportasiĀ online.

  1. Persaingan Antar Penyedia Angkutan Online

Persaingan selalu ada di manapun, kapanpun dan di antara siapapun termasuk para penyedia angkutan online ini. Namun siapa yang menyangka bahwa persaingan sengit ini akhirnya menguntungkan konsumen. Ada banyaknya pilihan transportasiĀ online yang tersedia membuat masyarakat dengan mudah membandingkan dan akhirnya membuat pilihan. Kondisi ini membuat para penyedia jasa bersaing untuk memberikan tarif termurah.

Tanpa sadar akhirnya perang tarif murah ini berakhir pada persaingan yang tidak sehat dan memunculkan sedikit kericuhan. Akhirnya pemerintah harus ikut campur dalam penetapan tarif angkutan online. Per 1 April 2017 lalu, semua penyedia jasa angkutan online telah merubah tarif angkutannya mengikuti dengan ketentuan dari pemerintah. Langkah ini diambil agar angkutan tradisional dan angkutan online dapat bersaing dengan lebih sehat. Dengan penyesuaian tarif transportasiĀ online ini, meskipun beberapa kalangan khususnya konsumen merasa keberatan namun nyatanya tarif transportasiĀ online ini tetap lebih murah dari transportasiĀ tradisional.

Bagaimana? Apakah Anda setuju dengan ulasan di atas? Atau Anda memiliki opini sendiri mengenai dasar dari tarif murah transportasiĀ online di Indonesia? Ayo share opini Anda di kolom komentar di bawah ya..

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.