Modal Awal Investasi Obligasi

Investasi memiliki berbagai macam cara yang bisa kita lakukan dewasa ini. Mulai dari saham, rumah, tanah, apartemen, hingga obligasi. Melakukan investasi kepada obligasi membutuhkan tidak sedikit modal karena biasanya hal-hal yang menggunakan obligasi sebagai salah satu pendanaanya adalah sebuah proyek besar dari suatu perusahaan. Oleh karena itu, perhitungan modal awal untuk investasi dalam obligasi pun harus dilakukan secara matang. Sebelum itu, perlu kita ketahui apa sebenarnya obligasi itu.

Modal Obligasi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, obligasi digunakan untuk pendanaan sebuah proyek besar perusahaan dengan cara mencari kreditur yang mau meminjamkan dananya ke perusahaan. Sebab itu, karena posisi kita adalah sebagai kreditur bagi perusahaan, kita akan mendapatkan uang kita yang sudah kita tanamkan ditambah dengan bunga kupon yang ditetapkan oleh sang debitur atau perusahaan. Investasi obligasi biasanya dilakukan lebih dari satu orang. Jika lebih dari satu orang menginvestasikan dananya sebagai obligasi pada satu perusahaan, tentu modal awal tidak akan sebesar jika seseorang menginvestasikan dananya sendiri pada suatu proyek perusahaan. Bahkan jika dilihat lebih lanjut, akan lebih baik menggandeng partner untuk diajak kerja sama dalam investasi obligasi ini. Ada beberapa sumber yang dapat digunakan sebagai modal awal investasi obligasi.

Sumber: http://www.creative-trader.com/

1. Ajak teman dekat

Berinvestasi pada satu proyek akan terasa lebih ringan dalam modal awalnya ketika kita membagi beban modal awal tersebut dengan teman kita yang kita ajak. Memilih teman untuk berbisnis seperti ini harus yang terpercaya dan berkarakter. Ajaklah teman yang sudah memiliki usaha yang mumpuni dan sedang mencari lahan untuk berinvestasi, karena berinvestasi melalui obligasi menjadi suatu hal yang menjanjikan. Oleh karena itu kita tidak boleh sembarangan mengajak kawan untuk berinvestasi pada obligasi. Jika tidak, alih-alih mendapatkan durian runtuh malah mengeruk kantong anda semakin dalam saja.

2. Tabungan sendiri

Mengawali sebuah investasi obligasi memang tidak boleh main-main. Nilai Obligasi sangat fluktuatif tergantung perubahan suku bunga dan persepsi terhadap risiko karena harga obligasi di pasar bisa lebih tinggi atau pebih rendah dari nilai parnya. Untuk berinvestasi awal pada obligasi, memang harus besar karena suatu proyek yang akan didanai oleh obligasi tersebut juga besar. Bahkan ada aturan yang mengatakan bahwa modal minimal yang harus dipersiapkan jika ingin melakukan investasi dalam bentuk obligasi adalah sebesar Rp 5 miliar. Jumlah tersebut termasuk sedikit karena suatu proyek besar biasanya memerlukan dana hingga puluhan miliar rupiah.

3. Perusahaan yang sudah berjalan baik dan menghasilkan pendapatan yang tinggi

Investasi obligasi yang mengharuskan kita mempunyai modal besar itu biasanya dijalankan oleh perusahaan. Sumber lain dari modal awal investasi obligasi yaitu apabila kita menjadi seorang pemilik perusahaan yang sudah berjalan lama dan memiliki kredibilitas yang baik, juga yang terpenting adalah memiliki pendapatan per tahunnya di atas Rp 100 miliar misalkan, maka itu bisa dijadikan sebagai modal awal untuk investasi obligasi. Perusahaan yang memiliki kredibilitas baik akan menarik hati para debitur agar mereka mau menjual surat utangnya kepada kita sebagai kreditur. Untuk meningkatkan nilai investasi obligasi, maka kita juga harus memiliki modal awal yang banyak. Melalui usaha yang dijalankan perusahaan, kita bisa menambah dana modal awal investasi kita dengan meningkatkan pendapatan per tahun perusahaan kita. Tentunya, dengan cara yang benar pula.

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan perusahaan, dimana kita bertindak sebagai kreditur perusahaan. Oleh karena itu, jika perusahaan mengalami kepailitan, kreditur akan menjadi prioritas utama sebagai pihak yang akan diganti kerugiannya terlebih dahulu. Jadi, jika memiliki modal yang besar, maka tidak ada salahnya kita menginvestasikan dana kita ke dalam instrumen yang mendapat jaminan ini, yaitu obligasi. Selamat mencoba!

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.