Penipuan dengan Menggandakan Uang

Menjadi kaya adalah impian hampir semua orang. Hidup dengan bergelimang harta merupakan hal yang selalu dibayangkan. Hal ini dikarenakan sugesti yang diberikan oleh diri bahwasannya ketika memiliki banyak uang maka hidup akan bahagia. Kendati demikian dalam perjalanannya tidak semua kenyataan berjalanan sesuai dengan apa yang diinginkan. Kadangkala kita tentu mengalami kegagalan yang membuat harus berpikir memutar agar dapat tetap memperoleh keuntungan. Ketika mengalami kegagalan dan terdapat oportunity lain yang dirasa cukup mudah tentu tidak perlu pikir panjang untuk mengambil kesempatan tersebut. Hal inilah yang digunakan oleh penipu dengan menggandakan uang untuk mencari korbannya.

Penipuan dengan Menggandakan Uang

Penipuan dengan menggandakan uang adalah penipuan dimana pelaku menjanjikan uang yang menjadi modal awal kita, dapat digandakan beberapa kali lipat dari jumlah sebelumnya. Penipuan ini sudah terjadi di Indonesia beberapa tahun lalu. Kebanyakan pelakukanya adalah warga negara asing terutama dari Afrika. Di benuanya sendiri penipuan ini sudah cukup dikenal oleh masyarakatnya. Penipuan ini tidak hanya terjadi Indonesia saja. Malaysia, India, Thailand dan China telah menjadi sasaran kejahatan penggandaan uang ini. Pelaku juga biasanya menggandakan uang dengan nominal dollar.

Sumber: http://3.bp.blogspot.com/

Skenario yang dilakukan pelaku

Pelaku tampaknya sudah sangat ahli dalam melakukan penipuan. Hal ini terlihat dari hampir setiap tahun selalu terdapat kasus serupa yang terjadi. Hal yang membedakan adalah trik ataupun skenario pelaku yang digunakan sehingga korban tidak menyadari arah penipuan tersebut. Pelaku tampaknya sudah paham dengan situasi serta dapat mengenali kondisi psikologi calon korbannya.

Pertemuan pertama : Unjuk kemampuan

Biasanya cara pelaku mempromosikan diri adalah dari mulut-ke-mulut. Pelaku akan membayar beberapa orang untuk mempromosikan dengan cara menceritakan keberhasilan ‘palsu’ yang telah ia rasakan. Orang yang mendengar dan tertarik selanjutnya melalui informan tersebut akan menghubungkan calon korban dengan pelaku. Biasanya tempat pertemuan di hotel berbintang dan pelaku menggunakan busana yang sangat meyakinkan sehingga tidak mencuriganakan. Pada pertemuan pertama tersebut pelaku akan akan mendemonstrasikan sample penggandaan.

Misalnya menggandakan US$ 100 menjadi US$ 300. Kemudian dengan hasil penggandaan pelaku akan meminta separuh bagian. Paruhan uang tersebut akan ditukarkan pada money charge. Ketika korban sudah mengetahui keaslian uang maka korban akan menanyakan seberapa kemampuan penggandaan yang dapat dilakukan oleh pelaku. Selanjutnya pelaku akan meminta pertemuan berikutnya tentunya dengan korban sudah membawa uang yang akan digandakan.

Pertemuan kedua : Transaksi gagal

Pada pertemuan kedua ini pelaku akan bertemu dengan korban tentu dengan korban yang telah membawa uang yang akan digandakan. Pada pertemuan ini pelaku akan menyiapkan segepok uang yang tersusun dari gapitan uang US$ 100 yang diikat dan diberi cairan kimia yang dimasukan kedalam plastik agar kedap udara. Pada transaksi ini pelaku akan mengatakan bahwa transaksi gagal dengan alasan uang tidak dapat diterima dan sebagainya. Agar korban tetap percaya pelaku akan meminta korban membawa kembali uang yang dibawa dimana tanpa disadari pelaku sudah mebawa uang asli melalui transaksi pindah tangan tersebut.

Selanjutnya pelaku dapat kabur dengan uang yang telah didapat maupun terus memberikan uang palsu kepada korban. Korban akan sadar ketika mengetahui uangnya palsu. Hal lain yang sangat disayangkan adalah setelah kejadian biasanya korban tidak melaporkan kepada pihak yang berwajib. Hal ini didasari oleh beberapa hal seperti berikut:

Malu – seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa pelaku sudah sangat paham dengan keadaan korbannya. Pelaku tampaknya bisa memprediksi bahwa korban tidak akan melapor karena rasa malu kepada keluarga, tetangga dan siapapun yang mendengar karena telah mengharapkan kekayaan dengan cara instan dan akhirnya tertipu.

Takut – alasan lainnya korban tidak melapor karena korban takut dikaitkan dengan kasus tersebut. Bagaimanapun kejadian tersebut didasari oleh keinginan korban sendiri tanpa ada ajakan secara langsung dari pelaku. Korban akan takut dikenai sangsi atas keterlibatannya dalam transaksi.

Seiring berjalannya waktu, kepolisian Indonesia telah siaga untuk memberikan penanganan terhadap kasus serupa. Oleh karenannya dihimbau kepada para korban atau yang mengetahui hal ini untuk melapor dengan tujuan mempermudah petugas memutus jaringan penipuan yang ada. Pada masa seperti saat ini sangat mustahil jika kita menginginkan keuntungan dan kekayaan dengan cara yang instan. Jangan mudah percaya dengan tipu daya penggandaan uang yang justru merugikan diri kita dan orang disekitar.

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.