Perhitungan Upah Kerja Lembur

Lembur kerja adalah salah satu hal yang pasti kita temui ketika bekerja di sebuah perusahaan atau sejenisnya. Lembur adalah penambahan jam melebihi waktu jam kerja yang telah ditentukan. Lembur biasanya dipilih perusahaan dengan alasan untuk meningkatkan produktivitas dengan pertimbangan menambah jam kerja karyawan yang dimiliki dan tidak perlu menambah karyawan baru.

Upah Kerja Lembur

Ketentuan kerja lembur, upah dan dasar hukum kerja lembur harus diketahui oleh pekerja sehingga mekanisme pelaksanaan bisa berjalan dengan baik. Akan tetapi walaupun sering diterapkan, masih banyak perusahaan yang belum benar dalam menghitung upah jam lembur. Padahal ini perhitungan jam lembur sudah ditentukan dalam undang-undang yang jelas.

Daftar gratis di Olymp Trade:

Sumber: http://blog.id.jobplanet.com

Perintah kerja lembur juga harus mengikuti ketentuan yang tertuang dalam UU No. 13 tahun 2003 pasal 78 ayat (1) tentang ketenagakerjaan huruf a yang menyatakan Pengusaha yang memperkerjakan buruh melebihi standar waktu kerja maka harus memenuhi syarat, yaitu persetujuan pekerja/buruh yang bersangkutan untuk mau kerja lembur.

Untuk waktu kerja menurut UU No. 13 tahun 2003 pasal 77 ayat 2 huruf a dan b adalah :

  • 7 jam 1 hari dan 40 jam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu, atau
  • 8 jam 1 hari dan 40 jam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu

Diluar waktu diatas dianggap kerja lembur. Waktu kerja lembur dan upah kerja lembur di atur dengan keputusan menteri dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor KEP. 102/MEN/VI/2004 Pasal 1 yang menyatakan bahwa :

  • Waktu lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 jam 1 hari dan 40 jam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu, atau;
  • 8 jam 1 hari dan 40 jam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu, atau;
  • Waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Perusahaan juga tidak dapat langsung memberikan jam lembur tanpa memenuhi syarat-syarat berikut :

  1. Perintah tertulis dari pengusaha dan persetujuan tertulis dari pekerja yang bersangkutan.
  2. Terdapat rincian pelaksanaan kerja lembur dan daftar nama pekerja, waktu dan lainnya.
  3. Tanda tangan kedua belah pihak (Peraturan Kemenakertrans No. KEP. 102/MEN/VI/2004 Pasal 6)

Cara perhitungan upah lembur

Cara perhitungan upah lembur diterapkan dalam Peraturan Kemenakertrans No. KEP. 102/MEN/VI/2004 Pasal 11 yang sebelumnya telah diatur dalam pasal 8 yang menyatakan bahwa :

  • Perhitungan upah lembur didasarkan pada upah bulanan,
  • Cara menghitung upah sejam adalah 1/173 kali upah sebulan

Berikut adalah tabel cara perhitungan upah lembur kerja berdasarkan Peraturan Kemenakertrans No. KEP. 102/MEN/VI/2004 Pasal 11 :

Jenis Hari Jam lembur Pengali Upah Lembur
Hari kerja 1 jam pertama Dikali 1,5 Upah sebulan /173
Jam berikutnya Dikali 2 Upah sebulan / 173
Hari Libur Resmi (5HK) 8 Jam pertama Dikali 2 Upah sebulan / 173
Jam ke-9 Dikali 3 Upah sebulan / 173
Jam berikutnya Dikali 4 Upah sebulan / 173
Hari Libur Resmi (6HK) 7 jam pertama Dikali 2 Upah sebulan / 173
Jam ke-8 Dikali 3 Upah sebulan / 173
Jam berikutnya Dikali 4 Upah sebulan / 173
Hari Libur Resmi (6HK) 5 Jam pertama Dikali 2 Upah sebulan / 173
(Jatuh hari pendek) Jam ke-6 Dikali 3 Upah sebulan / 173
Jam berikutnya Dikali 4 Upah sebulan / 173

 

Simulasi perhitungan upah kerja lembur :

Pada hari selasa, Agus melakukan kerja lembur di pagi hari sebelum masuk kerja sebanyak 1,5 jam dan pada malam harinya Agus juga melakukan kerja lembur sebanyak 2 jam. Gaji pokok Agus adalah Rp 3.000.000/ bulan. Berapa nilai upah kerja lembur yang diterima Agus?

Jam lembur Agus (dihitung satu hari jam lembur, tidak dipisah antara jam lembur pagi dan malam)

Jam lembur Pengali Hasil
1 jam pertama Dikali 1,5 1,5
2,5 jam Dikali 2 5
3,5 jam 6,5

 

Upah lembur :

= Total jam lembur x (Gaji pokok / 173)

=          6,5               x (Rp 3.000.000/173)

=                      Rp 112.716,7

Pemahaman yang benar tentang aturan kerja lembur dapat menghindari kesalahan antara karyawan dan perusahaan. Maka, peraturan pemerintah tentang pengaturan upah kerja lembur harus selalu diperhatikan.

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Artikel Diatas?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.